Trenggalek.kliksurabaya.co.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) Kabupaten Trenggalek Tahun 2025–2029 di Gedung Bhawarasa Lantai II Kabupaten Trenggalek. Forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan dokumen RAD-PGBPSDL yang sedang disusun mampu menjawab tantangan ketahanan pangan, perbaikan gizi masyarakat, dan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim secara terintegrasi.
Konsultasi publik menghadirkan lebih dari 100 pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, kelompok petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga komunitas pemuda dan disabilitas. Keterlibatan multipihak ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kolaboratif dalam mewujudkan sistem pangan daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL), Global Alliance for Improved Nutrition, dan Garda Pangan. Dalam paparannya, KSPL menegaskan bahwa Kabupaten Trenggalek dipilih sebagai salah satu daerah prioritas karena memiliki potensi pangan lokal yang kuat, komitmen pemerintah daerah yang baik, serta pengalaman koordinasi lintas sektor yang efektif dalam implementasi agenda pangan dan gizi.
“Konsultasi publik merupakan tahapan penting untuk menguji relevansi rancangan dan memastikan RAD-PGBPSDL tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi instrumen kolaborasi yang dapat dilaksanakan, dipantau, dan terintegrasi ke dalam perencanaan daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati Trenggalek melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Drs. Stefanus Triadi Atmono, M.Si.
Dalam sesi pemaparan teknis, Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, MS dan tim penyusun menjelaskan bahwa RAD-PGBPSDL dirancang sebagai dokumen yang mengintegrasikan agenda pangan, gizi, dan ketahanan iklim berbasis potensi sumber daya lokal. Dokumen ini bertujuan mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan, rendah emisi, serta berketahanan iklim guna mendukung kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Berbagai data dan analisis situasi menunjukkan bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki modal yang kuat dalam sektor pangan, termasuk surplus produksi beras dan jagung serta perkembangan positif dalam penurunan prevalensi stunting. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, antara lain ketidakcukupan konsumsi pangan, kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi, peningkatan obesitas dewasa, serta tingginya sisa makanan yang menjadi kontributor utama sampah rumah tangga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, RAD-PGBPSDL Kabupaten Trenggalek mengusung lima prioritas utama, yaitu:
- Penguatan sistem pangan lokal yang berkelanjutan dan berketahanan iklim;
- Peningkatan keterjangkauan pangan lokal bergizi bagi rumah tangga rentan;
- Peningkatan penganekaragaman pangan berbasis potensi lokal;
- Percepatan perbaikan gizi masyarakat sepanjang siklus kehidupan; dan
- Penguatan tata kelola kolaboratif pangan, gizi, dan iklim berbasis data.
Diskusi publik menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari peserta. Beberapa isu yang mengemuka antara lain pengembangan pangan fortifikasi dan biofortifikasi berbasis sumber daya lokal, perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, penguatan sistem data terpadu pangan dan gizi, peningkatan ketahanan rantai pasok pascapanen, serta upaya pengurangan susut dan sisa pangan (food loss and waste).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan komoditas unggulan lokal, termasuk porang yang saat ini kembali menunjukkan prospek positif seiring berkembangnya industri pengolahan di daerah. Selain itu, telah terdapat inisiatif pengembangan varietas padi yang mengandung zinc sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Balai POM di Kediri mengapresiasi capaian Kabupaten Trenggalek dalam aspek keamanan pangan dan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola berbasis data agar capaian lintas sektor dapat terintegrasi menjadi dampak pembangunan yang lebih terukur.
Dalam audiensi penutup, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil konsultasi publik sebagai penyempurnaan dokumen RAD-PGBPSDL sebelum ditetapkan melalui Peraturan Bupati. Beberapa agenda strategis yang akan dipertimbangkan dalam penguatan rencana aksi antara lain pengembangan tambak mangrove, sawah hemat air, pengelolaan sampah organik, dan penguatan ekonomi sirkular. Semua upaya ini mendukung percepatan pencapaian target net zero emission di tingkat daerah.
Melalui penyusunan RAD-PGBPSDL 2025–2029, Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pangan yang sehat, tangguh, inklusif, serta mampu menjawab tantangan perubahan iklim dengan mengoptimalkan kekayaan sumber daya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.(***)







